Dipaksa mata ini menatap saja
Kelam membisu dalam dinding sepi
Guntur mengkilat hujamkan bumi
Yang terluka dan putus asa
Akankah cinta sejati kalahkan segala?
Atau duka lara yang akan berkuasa?
Alirkan doa tanpa henti
Berserah diri ku mengadu
Lelah hati terasa hampa
Sudah cukup ku kecewa
Aku masih berharap
Jawaban indah kan datang
Mawar Hitam mengembang di Selatan Kota
Semerbak wangi memesona jiwa
Sadarlah kalian, wahai Dunia
Karena dia pun tak ingin bicara
Tak bisa kami putuskan
Para Mevlevi telah berbisisk
Sang Belzzet pun telah berdiri
Kami mohon ampun
Pergilah kalian ke sana
Biarkan aku tersesat dalam hutan
Menangis sendiri
Karena aku tak sanggup lagi
Menyedihkan ketika aku tahu
Semua sudah terlambat
Pikir mereka tidaklah sama
Mereka tidak menyerah
Medjaij suci membawa harapan
Yakinkah langkah terampuni
Tersenyumlah...
Karena mereka sedang mencarimu...
*Ditulis di kelas Kesehatan Ibu dan Anak, Rabu, 16 Desember 2009, untuk Masa Depan…
Wednesday, 3 April 2013
Penglihatan XV: Yang Harus Kau Tahu
Monday, 18 February 2013
Penglihatan XIV : Elegi
Mengapa harus aku melewati semua ini
Ketika titik terang mencapai setampuk noda
Terdengar lirih suara yang memanggil
Permohonan akan kesabaran yang tak terbatas
Bertanyalah diri ini kepada alam
Apakah harapannya akan menghancurkan ku?
Atau semua itu hanya akan tersirat pada selembar kertas putih
Memang ini sangat membingungkan
Selasar hari yang diarungi waktu
Waktuku berpikir sangatlah ringkas
Terpejam hati yang tersakiti
Oleh cinta yang terlapuk pengorbanan
Lekaslah terbangun dari tidurmu
Mereka sudah menatap dan memanggilmu
Coba dengarkan suara yang lirih
Lirih tersapu angin kebiadaban
Masihkah kau bersamaku?
Masihkah kau bersamaku?
Masihkah kau bersamaku?
Penderitaan ini belum juga berakhir
Karena akhir pun seperti lupa dengan wajah pucatku
Hanya mencoba menoleh tanpa pamit
Kemudian beranjak tanpa jejak
Cinta…...
Nyata…...
Pengorbanan…..
Pisau kata telah kau hunus
Permusuhan takkan terhindar
Tetaplah damai dalam dekapku
Tiada rela aku melihatmu jatuh
Terpanggil kembali manusia ini
Memikul harapan Dunia
Anak itu kembali muncul
Dengan senyum penuh cahaya
Masihkah kalian ingkar?
Masihkah kalian benci?
Dan masihkah kalian mencaci?
Yang kalian butuhkan hanyalah diam, diam, dan diam
Hapuskan semua prasangka buruk
Biarkan kebenaran sejati muncul dengan caranya
Dan kalian hanya akan bisa diam, diam, dan diam
Sekalah air mata dari mata indahmu
Lepaskan sejenak dekap eratmu
Biarkan aku bernapas lega
Karena Serigala Malam telah terbangun dari tidurnya...
*Ditulis sekitar bulan November 2009
Wednesday, 9 January 2013
Penglihatan XIII: Dua Sisi
Hitam…
Putih…
Khayal…
Nyata…
Sungguh jiwa yang tenang menghampiri hidupku
Terpejamkan mata mengasihi doa
Harapan takkan pernah musnah
Sepanjang angin tetap berhembus
Terlalu suci hati membuatku termenung
Tak ingin ku lepas walau sedesir pasir
Perasaan mendalam begitu indah
Begitu hangat selimut jiwa
Selama hidup aku ingin
Bersandar pada bahumu
Memelukmu erat takkan ku lepas
Agar aku tetap bersyukur
Anugerah hadirmu
Sungguh damai yang kau bawa
Tak dapat aku menghindar
Keyakinan akan hasrat jiwa
Begitu bersih tanpa noda
Irisan diri begitu kuat
Tak terlampau jasad mampu menahan
Inginkan diri menjauh jarak
Pergi dari segala kelemahan
Kekecewaan ini akan terbalas
Mereka semua akan menyesal
Tak tahu akan manusia ini
Mampu musnahkan semua harapan
Mereka akan bertanya padaku
Segala apa yang kulakukan
Seolah mereka tak mengenal
Siapa diri mereka
Mereka sangat tak berdaya
Dendam manusia ini terlalu dalam tak terbendung
Jadikan mereka menikmati derita yang tertanam
Dan irisan ini akan tersenyum
Bukankah kalian sudah mengerti?
Bukankah kalian sudah memulainya?
Dan bukankah kalian yang menginginkan?
Harapanku…
Semesta ini akan sadari dirinya
Dan akan hilang penuh misteri
Tanpa sisa tersimpan
Katakanlah pada mereka, “Lihatlah anak itu!”
Takkan mampu mereka berdusta
Dunia akan ada dalam genggamannya
Agar semua ini menjadi indah
Jangan pernah kau bertanya
Biarkan waktu menjawab realita
Jangan pernah kau bertanya
Biarkan anak itu temukan dirinya
Dua sisi dalam diri
Kegelapan dan Cahaya
Dua sisi dalam diri
Ambisi dan hakikat cinta
Dua sisi dalam diri
Hanya kau dan aku
Penglihatan XII: Perkataan Hati
Aku kembali ke masa ini
Membawa hati yang rapuh tersakiti
Ketika melihatnya,
Terasa lelah peselisihan dalam benakku
Sahabat jiwa yang melihatku tajam
Segala keimanan yang dimiliki
Menjamah tubuh yang tak tahu
Keberadaan-Mu, ya Allah
Mengapa orang-orang itu begitu bangga
Akan diri mereka yang penuh fitnah itu
Membenarkan diri dengan kepalsuan
Melupakan-Mu, ya Allah
Empat pintu dalam rumah ini
Sahabat itu tersesat di dalamnya
Tidak tahu apa yang terjadi
Hanya meyakini-Mu, ya Allah
Jangan pernah dustakan segala anugerah
Yang penuh pertanda akan sebuah kebesaran
Makna tersirat di sekitarmu
Mempertemukanmu dengan pencarian
Segala impian yang menyertaimu
Takkan pernah terhapus dalam jiwa
Tetesan air yang jatuh mendera
Membuatmu menapaki tanah yang tercerahkan
Aku bertemu dengan dirinya
Dalam silaturahmi yang ku jalani
Tak pernah ku berharap
Malaikat di depan mataku
Ku tak tahu segala yang Kau berikan
Tak pernah ku memohon pada-Mu
Tak berkeinginan, tanpa emosi
Hanya ada impian
Manusia ini hanya terjebak dalam tubuh manusia
Tak dapat berbuat, tak dapat berkata
Hanya doa yang tergenggam
Jawaban akan hadir-Mu
Ku percaya tak ada yang tak mungkin
Yang Mahakuasa mengetahui segala
Dan ketika kalian semua berada di hadapku
Suatu saat nanti,
Ku percaya semua ini
Hanya sebuah takdir kehidupan.
Wednesday, 12 December 2012
Lonely King
Lonely King of only 16, he has a trouble with himself.....
He's always there when we need him.
But, he never belongs to anyone else...
He sees me when he is around.
But, he never knows when I see him from distant...
So many times and circumstances, we meet in.
And, somehow he wants more....
I don't mind spending everyday in my life.
Out on his corner in the pouring rain...
The broken smile he shows us.
Lies to them, but I can see his sorrow inside...
Guidance in my hand, warmth in my words....
He will be loved... He will be loved...
-diadaptasi dari lagu Maroon 5, “She Will Be Loved”-
Thursday, 8 November 2012
Penglihatan XI: Corazón
Perang ini memang harus terjadi
Pemikiran akan logika dan fakta
Tidaklah kalian butuhkan
Sadarkan dirimu akan nyata
Manusia yang terbatas
Yang Maha Kuasa menepati janjiNya
Ketentuan yang harus terjadi
Hadapkan wajahmu ke dalam firmanNya
Sebuah kebenaran akan terlihat dalam pandangan
Katakanlah, “’Kami akan menang”
Maka, kalian akan menang
Ketentuan yang harus terjadi
Tanpa peduli berat beban yang kalian hadapi
Sebuah niscaya, aku membutuhkanmu
Kau takkan pernah mengerti
Walaupun kau yang paling mengerti
Akan hati dan jiwa
Mengapa kau harus ingkar?
Mengapa kau harus takut?
Mengapa kau harus bimbang?
Sadarilah jurang ini begitu nyata
Sebuah persahabatan yang abadi
Sisi sungai yang berseberangan
Hanya sebuah kata-kata
Gelora muda masih tersimpan dalam hatimu
Kau berjuang bersama bala tentara itu
Meratapi nasib Dunia dalam derita
Yang tersiksa oleh dusta
Aku tak ingin kehilangan dirimu
Kau adalah kunci hidup bagiku
Aroma tubuh yang sempurna
Sebuah kehangatan dalam senyuman
Entah mengapa perbedaan ini semakin nyata
Aku takkan pernah mampu menyentuh kalbumu
Kau adalah pejuangNya
Aku hanyalah Yang Terlupakan
Hari itu tergariskan dalam penglihatanku
12 12 12
Ketika ku kembali padaNya
Aku hanya ingin Dunia mengenangku dalam keabadian
Doa yang terucap
Keimanan yang tertanam
Mehdi dan Masehi
Menerangi mereka yang tersesat
Hingga mengerti akan kebenaran
Hingga berjanji takkan berpaling
Percayalah
Kami akan kembali pulang
Rumah kami, Yerushalayim…
Saturday, 3 November 2012
Penglihatan X: Mimpi
Teman...
Yakinlah selalu dengan apa yang ada di dalam dirimu
Berdiri dan lihatlah dirimu
Merah dan putih tak terputus
Membasuh dirimu selamanya bersama harapan
Janganlah kau takut
Kerana kau sangatlah indah
Dan para pengkhianat itu takkan mampu menatap wajahmu
Yakinlah…
Aku bukanlah yang kau pikirkan
Aku bukanlah yang kau bayangkan
Dan aku bukanlah yang kau impikan
Seperti selama ini sebelumnya
Jangan biarkan mimpi-mimpi itu membuatmu bersedih
Bersedih dan tak mampu bergerak
Mimpi itu adalah nyata bagi kami
Kenyataan yang terjadi bagimu
Kenyataan yang mungkin harus terjadi
Dan takkan pernah terhindarkan
Mimpi-mimpi itu memberimu dua pilihan
Pilihan yang sulit bagi dirimu
Keputusan yang akan membawa dirimu
Ke dalam hidupmu
Mungkin aku menyesal akan semua ini
Mengapa harus terlambat
Aku tak pernah mengerti
Mungkin ini kehendakNya
Yang takkan pernah mampu ku ingkari
Desember…
Dunia ini semakin sulit untuk memilih
Membuatku terdampar di Selatan ini
Sebuah titik dalam hidupku yang harus kuraih
Mevlevi Ungu
Aku akan berada di tempatmu berdiri
Memimpin para pejuang yang telah kau lindungi
Hari ke-Tujuh Belas akan menjadi saksi bagi kami
Untuk merubah Dunia
Mimpi ini membuatku melihat akan kebenaran
Kebenaran dari sisiNya
Takkan pernah ingin ku berpaling dariNya
Mendustakan semua anugerah ini
Langit malam ini adalah diriku
Membuatku melihat jalan hidup
Orang itu datang ke dalam hatiku
Membawa memori akan aroma kerinduan
Kerinduan akan dirimu, Ksatria Langit Malam
Namun, dia masih terdiam
Aku akan bersama dirinya
Menantikan saat itu
Desember Penentuan
Teraniayalah mereka
Mereka yang menghakimi kami
Mereka yang diselimuti kebohongan
Mereka yang menebar senyum kematian
Sesungguhnya mereka adalah tersesat
Tersesat hingga tak mungkin dapat kembali
Hukuman itu pantas mereka dapatkan
Kerana mereka telah lupa akan diri mereka sendiri
Aku tak tahu sampai kapan lembaran ungu ini selimuti jiwaku.
Yang kutahu kerinduan ini tak dapat kupendam lagi.
Aku ingin kembali pulang ke Permulaan...